Langsung ke konten utama

Ndalem Pojok: Jejak Masa Kecil Ir. Soekarno di Kediri

Ndalem Pojok: Jejak Masa Kecil Ir. Soekarno di Kediri

Oleh: Redaksi • Dibaca:


Ndalem Pojok Kediri - Rumah masa kecil Soekarno
 lokal / ganti dengan foto asli)

Ndalem Pojok adalah rumah bersejarah yang menyimpan jejak masa kecil Ir. Soekarno, Proklamator dan Presiden pertama Indonesia. Terletak di Dusun Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, rumah ini kini menjadi tujuan ziarah sejarah dan pusat edukasi lokal. Artikel ini menyajikan sejarah singkat, deskripsi arsitektur, koleksi yang dipajang, serta panduan praktis bagi pengunjung.

Sejarah Singkat

Ndalem Pojok dulunya merupakan rumah keluarga bangsawan setempat yang kemudian dikenal karena hubungannya dengan masa kecil Soekarno. Rumah ini menjadi bagian penting dalam narasi perjalanan hidup Soekarno sebelum beliau berpindah ke berbagai kota untuk menempuh pendidikan. Berbagai benda peninggalan, foto, dan dokumen kecil disimpan untuk memperlihatkan suasana keluarga dan lingkungan sosial yang membentuk karakter sang proklamator.

Tokoh dan Peran

Rumah ini pernah menjadi tempat tinggal R.M. Tjokrodirjo (nama keluarga pemilik lama) dan keluarga angkat yang merawat Soekarno semasa kecil. Meskipun bangunan telah mengalami beberapa pemugaran, struktur inti dan sejumlah ruang asli masih dapat dikenali, sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer tempo dulu.

Arsitektur dan Koleksi

Arsitektur Ndalem Pojok menggabungkan ciri rumah bangsawan Jawa dengan beberapa pengaruh kolonial—terlihat dari tata ruang memanjang, jendela dan pintu kayu berukir, serta atap tradisional. Di dalam rumah disusun beberapa koleksi:

  • Foto-foto keluarga dan foto masa kecil Soekarno.
  • Benda-benda rumah tangga tradisional (peralatan dapur, meja, kursi kayu).
  • Dokumen dan surat-surat kecil (salinan/pameran interpretatif).
  • Papan informasi dan timeline singkat perjalanan hidup Soekarno terkait Kediri.

Catatan: Untuk pemulihan dan konservasi, beberapa item dipajang dalam kabinet kaca dan dilengkapi label deskriptif agar mudah dipahami pengunjung.

Kegiatan dan Fungsi Saat Ini

Sejak dipugar, Ndalem Pojok berfungsi sebagai museum mini dan titik ziarah sejarah. Kegiatan yang umum dilaksanakan di lokasi meliputi:

  • Peringatan hari kelahiran Soekarno (6 Juni) dan kegiatan patriotik lainnya.
  • Kunjungan pelajar dan tur edukatif yang menjelaskan konteks lokal dalam sejarah nasional.
  • Pameran foto temporer dan diskusi kecil seputar sejarah lokal.

Panduan Kunjungan

Alamat: Dusun Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Jam buka: Senin–Sabtu 08:00–15:00 (konfirmasi sebelum berkunjung).
Harga tiket: Sukarela / gratis (tergantung pengelola lokal) — sebaiknya memberi donasi untuk perawatan koleksi.

Tips untuk Pengunjung

  1. Hubungi pengelola lokal atau kantor desa untuk memastikan jam buka dan ketersediaan pemandu.
  2. Gunakan pakaian yang sopan — tempat ini sekaligus situs budaya dan ziarah.
  3. Hormati aturan foto: beberapa koleksi mungkin tidak boleh difoto.
  4. Jaga kebersihan dan usahakan meninggalkan donasi untuk perawatan koleksi bila memungkinkan.

Penutup

Ndalem Pojok bukan sekadar rumah tua; ia adalah pusaka lokal yang membantu masyarakat memahami potongan kecil perjalanan seorang tokoh besar bangsa. Mengunjungi Ndalem Pojok memberi kita kesempatan untuk melihat bagaimana latar keluarga, lingkungan, dan nilai-nilai lokal ikut membentuk sejarah nasional.

#NdalemPojok #Kediri #SejarahIndonesia #BungKARNO #WisataSejarah #MuseumLokal

Caption Facebook (khusus untuk posting sidak/kunjungan):

Sidak SPBU di Kediri

Hari ini tim kami melakukan sidak ke Ndalem Pojok, Dusun Pojok — rumah masa kecil Ir. Soekarno. Tempat ini menyimpan banyak kisah dan benda bersejarah yang memberi gambaran tentang masa kecil sang proklamator. Mari jaga dan lestarikan warisan budaya kita bersama.

📍 Dusun Pojok, Wates — Kediri • 🕰️ Buka: Senin–Sabtu

🔖 #NdalemPojok #Kediri #SidakSPBU #SejarahIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Jagalan Kediri

Berita Lokal • Kediri Ratusan Seniman Jaranan Kediri Bersatu Setelah Bhabinkamtibmas Jagalan Dilaporkan Published: October 14, 2025 • Kelurahan Jagalan, Kota Kediri Ringkasan: Kasus pelaporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Aiptu Soni Andiyan Effendi, oleh seorang seniman jaranan bernama Bayu memicu gelombang solidaritas dari ratusan pelaku seni tradisional di Kediri. Mereka berencana menggelar aksi damai dan meminta proses hukum yang transparan. Kronologi Kasus di Jagalan Kediri KEDIRI – Peristiwa terjadi saat pertunjukan jaranan di kawasan Kelurahan Jagalan . Ketika suasana mulai ricuh, Aiptu Soni yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat berusaha melerai. Namun, muncul tuduhan bahwa ia melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang penonton bernama Bayu. Bayu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kediri Kot...

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut. Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim , saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidan...

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan Kediri – Kasus laporan warga terhadap oknum Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, Kota Kediri , akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai dibicarakan publik, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Latar Belakang Kasus Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 , saat berlangsungnya pertunjukan kesenian jaranan di lingkungan Jagalan. Seorang warga (inisial B ) mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang anggota polisi berpangkat Aiptu, yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Usai kejadian, korban sempat melapor ke Divisi Propam Polres Kediri Kota dengan didampingi organisasi kepemudaan HIPERI (Himpunan Pemuda Kediri) . Laporan ini mendapat perhatian publik, karena dinilai menjadi ujian bagi transparansi dan etika kepolisian di tingkat ...