Langsung ke konten utama

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut.

Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidana narkotika. “Kami tidak pandang bulu. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku, meskipun dari kalangan kepolisian sekalipun,” tegasnya.

Hasil tes urine menunjukkan bahwa AT juga positif mengonsumsi sabu. Saat ini, yang bersangkutan telah ditahan sejak bulan September dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam serta Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri Kota.

Sementara itu, pihak kepolisian terus menelusuri sejauh mana keterlibatan AT dalam jaringan narkoba tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait status hukum akhir dari kasus ini. Berdasarkan penelusuran di arsip pengadilan negeri dan kejaksaan, nama AT belum tercantum dalam daftar perkara yang sudah divonis, sehingga kuat dugaan bahwa kasusnya masih dalam tahap penyidikan internal dan pidana.

Kasus ini bukan kali pertama oknum polisi di wilayah Kediri tersandung kasus narkotika. Sebelumnya, seorang anggota kepolisian berinisial FW juga pernah digerebek saat pesta sabu di kawasan Kabupaten Kediri. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap aparat penegak hukum agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Publik berharap Polri benar-benar menegakkan semboyan “Presisi” dalam menindak setiap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu. Transparansi dan ketegasan dalam penanganan kasus seperti ini menjadi ujian nyata bagi citra dan integritas institusi kepolisian di mata masyarakat.

Sumber: Radar Kediri, Jawa Pos, Detik Jatim, Jatimnow, hasil penelusuran arsip pengadilan dan kejaksaan.

Label : Kediri, Polisi, Narkoba, Kriminal, Berita Terkini, Jawa Timur
Hashtag: #Kediri #OknumPolisi #Narkoba #BeritaKediri #Hukum #Kriminal #Polri #Sabu #JawaTimur #RadarKediri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah dan Dilema Kebijakan Lokalisasi di Kota dan Kabupaten Kediri: Analisis Historis dan Dampak Pasca-Penutupan

Sejarah dan Dilema Kebijakan Lokalisasi di Kota dan Kabupaten Kediri: Analisis Historis dan Dampak Pasca-Penutupan Kota dan Kabupaten Kediri memiliki sejarah panjang dalam tata kelola bisnis seks dan kebijakan lokalisasi. Dari masa Lemah Geneng hingga Semampir, dinamika sosial, ekonomi, dan moralitas menjadi pusat perdebatan yang terus berlangsung hingga kini. Artikel ini menyajikan kajian komprehensif tentang sejarah, kebijakan, dan dampak pasca-penutupan lokalisasi di Kediri. I. Pengantar Historis dan Konteks Kebijakan Prostitusi di Kediri 1.1. Latar Belakang dan Definisi Lokalisasi Lokalisasi di Kediri diartikan sebagai tempat terpusat bagi praktik prostitusi terorganisir. Kota Kediri memiliki pusat lokalisasi terkenal bernama Semampir , sedangkan Kabupaten Kediri memiliki sentra-sentra kecil seperti Gedangsewu . Pemerintah Kediri berulang kali mencoba menata, memusatkan, hingga menutup praktik tersebut, dengan latar belakang moral, sosia...

Profil Regional Strategis: Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri — Analisis Ketahanan Ekonomi, Modal Budaya, dan Keselarasan Pembangunan (Outlook 2021–2026)

Profil Regional Strategis: Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri — Analisis Ketahanan Ekonomi, Modal Budaya, dan Keselarasan Pembangunan (Outlook 2021–2026) Dipublikasikan: 3 November 2025 • Penulis: Tim Analisis Lokal Laporan ini menyajikan profil strategis Kecamatan Plemahan sebagai basis evaluasi kebijakan, pengalokasian sumber daya, dan strategi pembangunan berkelanjutan. Analisis mencakup kondisi administratif, demografi, struktur ekonomi, modal budaya, dan keselarasan dengan RPJMD Kabupaten Kediri 2021–2026. I. Konteks Strategis dan Fondasi Administratif Kecamatan Plemahan merupakan distrik administratif dan agraris penting di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Profil ini berlandaskan publikasi statistik resmi, termasuk Kecamatan Plemahan Dalam Angka yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten Kediri (edisi tahunan; tanggal rilis yang konsisten: 26 September). 1. Profil Administratif ...

Alas Simpenan Kediri: Aset Konservasi Nasional dan Pusat Ficus

Alas Simpenan Kediri: Aset Konservasi Nasional dan Pusat Ficus Laporan Analisis Konservasi Strategis Cagar Alam Manggis Gadungan (Alas Simpenan), Kediri I. Ringkasan Eksekutif: Alas Simpenan sebagai Aset Konservasi Nasional Cagar Alam Manggis Gadungan, atau yang secara lokal dikenal sebagai Alas Simpenan , merupakan kawasan konservasi yang memiliki signifikansi ganda: sebagai situs historis kolonial dan sebagai pilar strategis dalam konservasi ekologis modern. Kawasan ini ditetapkan sejak tahun 1919 dan kini berstatus IUCN Category Ia (Cagar Alam Lindung) — status konservasi paling ketat di dunia. Namun dalam praktiknya, kawasan ini juga berfungsi sebagai wanawisata (wisata hutan terbatas), didorong oleh populasi besar Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) serta lokasinya yang mudah diakses. Sejak tahun 2022 , kawasan ini juga menyandang status baru sebagai Pusat Ficus Nasional (PFN) , mengukuhkan peran pentingnya dalam menjaga kestabil...