Langsung ke konten utama

Kiprah Abdullah Abu Bakar: Dari Pengusaha Muda hingga Pemimpin Visioner Kota Kediri

Abdullah Abu Bakar Wali Kota Kediri

Kiprah Abdullah Abu Bakar: Dari Pengusaha Muda hingga Pemimpin Visioner Kota Kediri

Kediri, Jawa Timur — Nama Abdullah Abu Bakar telah lama menjadi simbol perubahan dan inovasi di Kota Kediri. Lahir pada 12 April 1980, pria yang akrab disapa Mas Abu ini dikenal sebagai pemimpin muda yang membangun kota dengan pendekatan partisipatif dan transparan.


🔹 Awal Karier dan Latar Belakang

Sebelum menapaki dunia politik, Abdullah Abu Bakar aktif di dunia usaha. Ia pernah menjadi sales kartu kredit dan fotografer, hingga akhirnya menjabat General Manager di Fresco Digital Photography. Pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinan yang visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Mas Abu kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan terpilih menjadi Wakil Wali Kota Kediri (2009–2014). Pada 2014, ia resmi menjabat Wali Kota Kediri dan bertahan hingga 2023.


🔹 Inovasi dan Program Unggulan

1. Prodamas — Pemberdayaan Masyarakat di Level RT

Program andalan Prodamas (Program Pemberdayaan Masyarakat) memberi dana hingga Rp50 juta per RT untuk pembangunan infrastruktur kecil, kegiatan sosial, dan ekonomi. Pendekatan ini menjadikan warga sebagai pelaku utama pembangunan kota.

2. Transportasi Gratis untuk Pelajar

Program angkutan gratis pelajar menjadi terobosan lain di masa kepemimpinannya. Pelajar cukup menunjukkan kartu pelajar untuk naik angkutan umum tanpa biaya — upaya nyata mendukung pendidikan dan kesejahteraan keluarga.

3. Reformasi Pelayanan Publik dan Smart City

Abdullah Abu Bakar dikenal berani mendorong digitalisasi layanan publik. Kota Kediri beberapa kali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan penghargaan dalam bidang pelayanan masyarakat.


🔹 Gaya Kepemimpinan

Mas Abu dikenal dengan gaya kepemimpinan yang dekat dengan warga. Ia sering melakukan “kopi-tahu” — dialog santai bersama masyarakat untuk mendengar langsung keluhan dan ide warga.

Pendekatannya yang komunikatif membuatnya dicintai banyak kalangan, terutama generasi muda. Ia juga terbuka terhadap kritik dan aktif mempromosikan nilai transparansi dalam birokrasi.


🔹 Aktivitas di Luar Politik

Di luar jabatan publik, Abdullah Abu Bakar aktif di komunitas otomotif klasik, terutama Vespa. Ia kerap hadir di Kediri Scooter Festival dan acara sosial bersama komunitas muda.

Sebagai pengusaha, ia tetap aktif dalam kegiatan wirausaha dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Ia percaya, kemajuan kota harus dimulai dari kemandirian ekonomi warganya.


🔹 Tantangan dan Dinamika

Setiap pemimpin menghadapi tantangan, begitu pula Abdullah Abu Bakar. Program Prodamas dan subsidi pelajar sempat dikritik soal pengawasan dan efisiensi, namun tidak ada kasus hukum besar yang menjerat dirinya. Masa pandemi COVID-19 juga menjadi ujian berat bagi kepemimpinannya.

Ia berhasil menjaga stabilitas ekonomi Kediri dan mendorong pemulihan UMKM di tengah krisis nasional.


🔹 Langkah Baru di DPRD Jawa Timur

Pada 2023, Abdullah Abu Bakar mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota Kediri untuk maju sebagai calon anggota DPRD Jawa Timur. Hasil Pemilu 2024 menetapkannya sebagai anggota DPRD Jatim dari Dapil Kediri Raya.

Ia menyebut langkah ini sebagai upaya memperjuangkan aspirasi Kediri di tingkat provinsi. “Kini saatnya membawa suara warga Kediri lebih kuat di Jawa Timur,” ujarnya dalam salah satu wawancara lokal.


🔹 Warisan dan Pengaruh

Mas Abu meninggalkan jejak kepemimpinan yang dikenal bersih, kreatif, dan dekat rakyat. Ia tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga menumbuhkan kesadaran partisipasi warga.

“Kota yang maju bukan karena pemimpinnya hebat, tapi karena warganya terlibat.” — kutipan yang sering ia sampaikan, kini menjadi inspirasi bagi generasi muda Kediri.


Penulis: Tim Suara Warga Kediri

Label: Profil Tokoh, Kediri, Pemerintahan, Politik Jawa Timur
Tag: #AbdullahAbuBakar #KotaKediri #MasAbu #Prodamas #PAN #DPRDJatim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Jagalan Kediri

Berita Lokal • Kediri Ratusan Seniman Jaranan Kediri Bersatu Setelah Bhabinkamtibmas Jagalan Dilaporkan Published: October 14, 2025 • Kelurahan Jagalan, Kota Kediri Ringkasan: Kasus pelaporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Aiptu Soni Andiyan Effendi, oleh seorang seniman jaranan bernama Bayu memicu gelombang solidaritas dari ratusan pelaku seni tradisional di Kediri. Mereka berencana menggelar aksi damai dan meminta proses hukum yang transparan. Kronologi Kasus di Jagalan Kediri KEDIRI – Peristiwa terjadi saat pertunjukan jaranan di kawasan Kelurahan Jagalan . Ketika suasana mulai ricuh, Aiptu Soni yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat berusaha melerai. Namun, muncul tuduhan bahwa ia melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang penonton bernama Bayu. Bayu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kediri Kot...

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut. Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim , saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidan...

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan Kediri – Kasus laporan warga terhadap oknum Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, Kota Kediri , akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai dibicarakan publik, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Latar Belakang Kasus Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 , saat berlangsungnya pertunjukan kesenian jaranan di lingkungan Jagalan. Seorang warga (inisial B ) mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang anggota polisi berpangkat Aiptu, yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Usai kejadian, korban sempat melapor ke Divisi Propam Polres Kediri Kota dengan didampingi organisasi kepemudaan HIPERI (Himpunan Pemuda Kediri) . Laporan ini mendapat perhatian publik, karena dinilai menjadi ujian bagi transparansi dan etika kepolisian di tingkat ...