Langsung ke konten utama

Jembatan Lama Kota Kediri Terbakar Lagi — Kronologi & Upaya Pelestarian

Breaking / Cagar Budaya

Jembatan Lama Kota Kediri Terbakar Lagi — Kronologi & Upaya Pelestarian

Dipublikasikan: 19 Oktober 2025 — Sumber: Radio Andika Kediri (laporan lapangan) & Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kediri
Kebakaran Jembatan Lama Kota Kediri, malam 19 Oktober 2025

I. Ringkasan Singkat

Pada malam 19 Oktober 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, bagian kayu pada Jembatan Lama Kota Kediri dilaporkan terbakar. Kebakaran diduga disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan dan menyulut material yang masih mengandung unsur kayu. Tim Damkar Kota Kediri segera hadir dan berhasil memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.

II. Sejarah Singkat & Nilai Historis

Jembatan Lama (sering disebut Jembatan Brawijaya Lama) dibangun pada masa kolonial Belanda, memiliki struktur baja berjenis rangka paku keling, dan diperkirakan berdiri sejak akhir abad ke-19. Pada 2022, jembatan ini ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh instansi terkait. Sebagai ikon heritage, jembatan kerap menjadi objek foto, taman rekreasi malam, serta rute pedestrian bagi warga.

III. Kondisi Fisik Sebelum Kebakaran

  • Secara umum jembatan masih berdiri dan relatif stabil untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
  • Pondasi batu kali dan rangka baja asli masih terjaga, tetapi beberapa elemen permukaan (seperti papan kayu, list dek, atau ornamen) mempertahankan material organik yang rentan terhadap api.
  • Pemerintah Kota Kediri rutin melakukan pembersihan sampah di bawah jembatan (sampah kiriman dari hulu Brantas sering menumpuk di pilar).

IV. Kronologi Kejadian (19 Okt 2025)

  1. ~19:00 WIB — Warga melihat percikan api dan asap dari bagian atas jembatan; laporan awal diunggah oleh akun Radio Andika Kediri.
  2. Tim Damkar Kota Kediri tiba di lokasi dalam waktu singkat dan memadamkan api sebelum menjalar secara luas.
  3. Tidak ada korban jiwa. Kerusakan tampak terbatas pada beberapa bagian kayu permukaan (terbakar/terhangus).
  4. Pemerintah kota menurunkan tim teknis untuk menilai dampak struktural dan memulai pembersihan sisa-sisa kebakaran.

V. Penyebab & Analisis Sementara

Menurut laporan lapangan (Radio Andika & Damkar Kota Kediri), kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang di area jembatan. Beberapa faktor yang memperparah risiko kebakaran pada jembatan bersejarah ini:

  • Adanya elemen kayu yang masih dipertahankan demi keaslian struktur.
  • Kurangnya pengawasan ketat (area ramai pengunjung malam hari tanpa pengendalian merokok).
  • Angin dan material kering di permukaan jembatan yang memudahkan penyalaan.

VI. Tindakan Pemerintah & Rekomendasi

Pemerintah Kota Kediri dan instansi terkait menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Penanganan darurat: pemadaman oleh Damkar, pembersihan, dan pengecekan awal kerusakan.
  • Pemeriksaan teknis lanjutan untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural pada rangka baja dan pondasi.
  • Pemasangan papan himbauan larangan merokok dan rencana pemasangan CCTV untuk pengawasan malam hari.
  • Kampanye kesadaran publik: edukasi tentang menjaga cagar budaya dan larangan membuang puntung rokok.

Rekomendasi redaksi: segera lakukan inspeksi structural engineer independen (laporan tertulis), pertimbangkan penggantian elemen permukaan yang sangat mudah terbakar dengan material yang mereplikasi tampilan asli tetapi tahan api, dan tingkatkan patroli keamanan saat malam hari.

VII. Dampak & Tanggapan Publik

Warga menyatakan keprihatinan — terutama karena kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Di media sosial, banyak yang meminta tindakan tegas seperti pemasangan CCTV, penegakan denda untuk perokok, dan program relawan penjaga situs cagar budaya.

VIII. Dokumentasi & Sumber

Dokumentasi awal kebakaran tersebar melalui unggahan akun Radio Andika Kediri (Facebook/Instagram) dan foto/video lapangan dari Damkar Kota Kediri. Editor menyarankan untuk menyertakan link sumber asli & foto/skrinsut unggahan pada versi final posting.

Sumber utama: Radio Andika Kediri (unggahan lapangan), Damkar Kota Kediri, dan pernyataan resmi Pemkot Kediri.

Catatan: sebelum dipublikasikan, periksa dan sisipkan link ke unggahan asli Radio Andika dan pernyataan resmi Pemkot/Damkar apabila sudah tersedia.

IX. Penutup

Jembatan Lama adalah bagian dari warisan kolektif Kota Kediri. Kebakaran malam ini menjadi pengingat bahwa pelestarian adalah tanggung jawab bersama — antara pemerintah, pengunjung, dan warga. Semoga langkah-langkah pemulihan dan pengamanan dapat segera dilaksanakan agar ikon sejarah ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Catatan redaksi: artikel ini disusun berdasarkan laporan lapangan pertama (Radio Andika) dan update awal dari Damkar Kota Kediri per 19 Oktober 2025. Untuk update berkelanjutan, sertakan pernyataan resmi Pemkot Kediri/dinas terkait.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Jagalan Kediri

Berita Lokal • Kediri Ratusan Seniman Jaranan Kediri Bersatu Setelah Bhabinkamtibmas Jagalan Dilaporkan Published: October 14, 2025 • Kelurahan Jagalan, Kota Kediri Ringkasan: Kasus pelaporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Aiptu Soni Andiyan Effendi, oleh seorang seniman jaranan bernama Bayu memicu gelombang solidaritas dari ratusan pelaku seni tradisional di Kediri. Mereka berencana menggelar aksi damai dan meminta proses hukum yang transparan. Kronologi Kasus di Jagalan Kediri KEDIRI – Peristiwa terjadi saat pertunjukan jaranan di kawasan Kelurahan Jagalan . Ketika suasana mulai ricuh, Aiptu Soni yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat berusaha melerai. Namun, muncul tuduhan bahwa ia melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang penonton bernama Bayu. Bayu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kediri Kot...

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut. Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim , saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidan...

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan Kediri – Kasus laporan warga terhadap oknum Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, Kota Kediri , akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai dibicarakan publik, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Latar Belakang Kasus Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 , saat berlangsungnya pertunjukan kesenian jaranan di lingkungan Jagalan. Seorang warga (inisial B ) mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang anggota polisi berpangkat Aiptu, yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Usai kejadian, korban sempat melapor ke Divisi Propam Polres Kediri Kota dengan didampingi organisasi kepemudaan HIPERI (Himpunan Pemuda Kediri) . Laporan ini mendapat perhatian publik, karena dinilai menjadi ujian bagi transparansi dan etika kepolisian di tingkat ...