Langsung ke konten utama

Jejak Panjang Proyek Wisata Goa Selomangleng Kediri: Dari Rencana Besar hingga Wahana Mangkrak

Jejak Panjang Proyek Wisata Goa Selomangleng Kediri: Dari Rencana Besar hingga Wahana Mangkrak

Penelusuran mendalam Suara Warga Kediri mengenai proyek wisata Goa Selomangleng yang sempat digadang sebagai ikon wisata kota, namun kini sebagian wahana dibiarkan mangkrak. Dari pembangunan awal 2004 hingga kondisinya pasca 2020.


Warisan Alam dan Legenda yang Jadi Daya Tarik

Goa Selomangleng di Kediri sejak lama dikenal bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai tempat yang sarat legenda. Dalam kisah masyarakat, gua ini dipercaya menjadi tempat pertapaan Dewi Kilisuci, putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Terletak di lereng Gunung Klotok, kawasan ini memiliki pemandangan indah dan atmosfer mistis yang kuat — menjadikannya daya tarik wisata alam sekaligus budaya.

Pembangunan Kawasan Wisata: Dimulai Sejak 2004–2007

Berdasarkan berbagai dokumen perencanaan dan penelitian akademik, proyek pengembangan kawasan wisata Goa Selomangleng sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2000-an. Pada periode 2004–2007, pemerintah kota melakukan pembangunan besar-besaran di sekitar gua, termasuk:

  • Pembangunan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa,
  • Pembangunan playground atau taman bermain dengan berbagai wahana sederhana,
  • Panggung terbuka untuk kegiatan seni dan pertunjukan,
  • Penataan area parkir, rumah makan, kios PKL, serta fasilitas umum seperti musholla dan toilet.

Tahap awal ini menjadi pondasi penting dalam menjadikan Selomangleng bukan sekadar situs sejarah, tapi juga kawasan wisata keluarga. Proyek ini berlangsung di masa pemerintahan Wali Kota Samsul Ashar dan berlanjut dalam penataan berikutnya pada dekade 2010-an.

2012: Fasilitas Rekreasi Mulai Ramai Digunakan

Memasuki sekitar tahun 2012, wahana rekreasi seperti kolam renang dan taman bermain sudah resmi beroperasi. Banyak warga Kediri dan sekitarnya yang datang untuk menikmati suasana alam sambil berenang atau mengajak anak bermain. Beberapa dokumentasi lapangan dan liputan lokal saat itu mencatat kawasan ini cukup ramai pada akhir pekan.

Selain itu, panggung terbuka di kawasan ini juga sering digunakan untuk pertunjukan seni, konser musik, hingga kegiatan masyarakat seperti pentas pelajar atau acara komunitas.

Harapan Tinggi, Tapi Pengelolaan Tersendat

Sayangnya, seiring waktu, kondisi sebagian fasilitas mulai menurun. Beberapa wahana anak, seluncuran air, hingga area taman kini terlihat kurang terawat atau bahkan mangkrak.

Warga sekitar menyebut bahwa setelah pergantian kepemimpinan dan keterbatasan anggaran, perhatian terhadap perawatan fasilitas semakin berkurang. Pandemi COVID-19 memperburuk keadaan — banyak area wisata tutup lama, dan setelah dibuka kembali, sebagian wahana tak lagi difungsikan.

Kondisi Terkini: Potensi Besar yang Belum Dikelola Maksimal

Kini, kawasan Goa Selomangleng masih menjadi tujuan wisata favorit karena nilai sejarah dan alamnya, namun wahana pendukung seperti kolam renang dan playground tak lagi semeriah dulu. Beberapa area terlihat kosong, pagar berkarat, dan cat bangunan memudar.

Meski begitu, potensi kawasan ini masih sangat besar. Dengan perawatan serius, revitalisasi wahana, dan promosi berbasis sejarah-budaya, Selomangleng bisa kembali menjadi ikon wisata unggulan Kota Kediri.

Warga Berharap Ada Revitalisasi Nyata

Banyak warga Kediri berharap Pemkot kembali menata kawasan ini dengan konsep yang lebih terpadu — menggabungkan unsur sejarah, alam, dan rekreasi keluarga. Beberapa komunitas lokal bahkan telah mengusulkan ide kolaboratif seperti festival budaya Kilisuci, pasar rakyat tematik, atau wisata edukasi sejarah Airlangga di sekitar Goa Selomangleng.

Sebagai warisan sejarah sekaligus ruang publik, Goa Selomangleng pantas mendapat perhatian lebih. Revitalisasi kawasan ini bukan hanya soal wisata, tapi juga menjaga identitas dan kebanggaan warga Kediri.


#GoaSelomangleng #WisataKediri #SuaraWargaKediri #KediriHeritage #KediriUpdate

Ditulis oleh: Redaksi Suara Warga Kediri – Untuk Warga, Dari Warga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Jagalan Kediri

Berita Lokal • Kediri Ratusan Seniman Jaranan Kediri Bersatu Setelah Bhabinkamtibmas Jagalan Dilaporkan Published: October 14, 2025 • Kelurahan Jagalan, Kota Kediri Ringkasan: Kasus pelaporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Aiptu Soni Andiyan Effendi, oleh seorang seniman jaranan bernama Bayu memicu gelombang solidaritas dari ratusan pelaku seni tradisional di Kediri. Mereka berencana menggelar aksi damai dan meminta proses hukum yang transparan. Kronologi Kasus di Jagalan Kediri KEDIRI – Peristiwa terjadi saat pertunjukan jaranan di kawasan Kelurahan Jagalan . Ketika suasana mulai ricuh, Aiptu Soni yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat berusaha melerai. Namun, muncul tuduhan bahwa ia melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang penonton bernama Bayu. Bayu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kediri Kot...

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut. Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim , saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidan...

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan Kediri – Kasus laporan warga terhadap oknum Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, Kota Kediri , akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai dibicarakan publik, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Latar Belakang Kasus Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 , saat berlangsungnya pertunjukan kesenian jaranan di lingkungan Jagalan. Seorang warga (inisial B ) mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang anggota polisi berpangkat Aiptu, yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Usai kejadian, korban sempat melapor ke Divisi Propam Polres Kediri Kota dengan didampingi organisasi kepemudaan HIPERI (Himpunan Pemuda Kediri) . Laporan ini mendapat perhatian publik, karena dinilai menjadi ujian bagi transparansi dan etika kepolisian di tingkat ...