Langsung ke konten utama

Fakta Lengkap Narator dan PH di Balik Kasus Viral Trans7 “Xpose Uncensored”

Fakta Lengkap Narator dan PH di Balik Kasus Viral Trans7 “Xpose Uncensored”

Tanggal Publikasi: 18 Oktober 2025
Penulis: Redaksi Suara Kediri Network

Pendahuluan

Program “Xpose Uncensored” yang tayang di Trans7 mendadak viral dan menuai kontroversi setelah dianggap menyinggung lembaga pesantren. Di balik tayangan tersebut, publik kini menyoroti dua nama penting: narator yang disebut-sebut bernama Diera Fajriah Larasati dan rumah produksi Shandhika Widya Cinema (PH). Siapa mereka sebenarnya, dan bagaimana keterlibatan keduanya dalam kasus ini?

1. Sosok Narator: Diera Fajriah Larasati

Diera Fajriah Larasati

Diera Fajriah Larasati dikenal sebagai voice talent profesional di dunia pertelevisian Indonesia. Namanya mencuat setelah disebut-sebut sebagai pengisi suara (narator) dalam program Xpose Uncensored yang ditayangkan oleh Trans7. Dalam tayangan tersebut, sejumlah narasi dianggap menyinggung kalangan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Keterkaitan dengan Tayangan

Nama “Diera” diduga muncul dalam kredit akhir program tersebut. Beberapa netizen kemudian membandingkan suara narasi dalam tayangan itu dengan suara Diera di video lain dan menilai ada kemiripan. Hal ini membuat namanya viral di berbagai platform media sosial. Namun hingga kini, Diera belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait dugaan tersebut.

Status Verifikasi

  • Belum dikonfirmasi resmi: Tidak ada pernyataan publik dari Diera mengenai keterlibatannya.
  • Bukti publik: Nama dalam kredit tayangan dan kemiripan suara yang diulas netizen.
  • Sikap etis: Media menekankan penggunaan istilah “diduga narator” karena belum ada kepastian hukum atau klarifikasi resmi.

2. Rumah Produksi (PH): Shandhika Widya Cinema

Shandhika Widya Cinema

Selain narator, perhatian publik juga tertuju pada PH Shandhika Widya Cinema yang disebut sebagai pihak eksternal pembuat tayangan Xpose Uncensored. Berdasarkan laporan dari berbagai media, Trans7 mengonfirmasi bahwa program tersebut bukan hasil produksi internal, melainkan dibuat oleh PH eksternal, yakni Shandhika Widya Cinema.

Profil dan Sejarah Singkat

Shandhika Widya Cinema merupakan rumah produksi yang berdiri sejak tahun 1995, dengan alamat kantor di Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. PH ini dipimpin oleh Heriyanto dan telah lama bekerja sama dengan sejumlah stasiun televisi nasional, terutama untuk produksi program dokumenter dan infotainment.

Kontroversi dan Tindakan Trans7

Trans7 melalui keterangan resmi kepada publik menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi dan memutus kerja sama dengan PH Shandhika Widya Cinema setelah tayangan tersebut menuai kecaman luas. Stasiun televisi itu juga menegaskan komitmen untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan konten dari pihak ketiga.

Status Verifikasi

  • Dikonfirmasi oleh Trans7: PH eksternal yang memproduksi episode kontroversial adalah Shandhika Widya Cinema.
  • Belum ada tanggapan resmi: Hingga kini, PH belum mengeluarkan pernyataan publik terkait kasus tersebut.

3. Hubungan Antara Narator dan PH

Dalam industri pertelevisian, voice talent atau narator biasanya disediakan oleh pihak produksi, dalam hal ini PH. Artinya, jika benar Shandhika Widya Cinema memproduksi program tersebut, maka besar kemungkinan narator dipilih atau dikontrak oleh PH, bukan langsung oleh Trans7. Namun sampai saat ini belum ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa Diera Fajriah Larasati adalah narator yang dipekerjakan oleh PH Shandhika.

PihakPeran DidugaBukti DiketahuiStatus
Diera Fajriah LarasatiNarator tayangan Xpose UncensoredNama di kredit dan kemiripan suaraBelum terkonfirmasi
Shandhika Widya CinemaProduction House eksternalDikonfirmasi oleh Trans7Terverifikasi

Kesimpulan

Kasus viral ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses produksi program televisi, terutama jika melibatkan pihak eksternal. Baik narator maupun PH yang disebut-sebut terlibat masih dalam tahap klarifikasi publik. Hingga ada pernyataan resmi dari kedua pihak, semua informasi yang beredar sebaiknya disikapi secara bijak dan proporsional.

Catatan: Informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan media nasional seperti Suara.com, Jawapos.com, Indopop.id, dan KRJogja. Redaksi akan memperbarui data jika ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Label dan Hashtag

Trans7, Xpose Uncensored, Shandhika Widya Cinema, Diera Fajriah Larasati, Berita Viral 2025
#Trans7 #XposeUncensored #NaratorTrans7 #DieraFajriah #ShandhikaWidyaCinema #BeritaViral #PesantrenLirboyo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Jagalan Kediri

Berita Lokal • Kediri Ratusan Seniman Jaranan Kediri Bersatu Setelah Bhabinkamtibmas Jagalan Dilaporkan Published: October 14, 2025 • Kelurahan Jagalan, Kota Kediri Ringkasan: Kasus pelaporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Aiptu Soni Andiyan Effendi, oleh seorang seniman jaranan bernama Bayu memicu gelombang solidaritas dari ratusan pelaku seni tradisional di Kediri. Mereka berencana menggelar aksi damai dan meminta proses hukum yang transparan. Kronologi Kasus di Jagalan Kediri KEDIRI – Peristiwa terjadi saat pertunjukan jaranan di kawasan Kelurahan Jagalan . Ketika suasana mulai ricuh, Aiptu Soni yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat berusaha melerai. Namun, muncul tuduhan bahwa ia melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang penonton bernama Bayu. Bayu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kediri Kot...

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu

Oknum Polisi Kediri Diduga Terlibat Jaringan Bandar Sabu KEDIRI – Dunia penegakan hukum di Kota Kediri kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka AT diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Kasus ini mencuat setelah aparat berhasil mengamankan seorang pemakai, yang kemudian mengarah pada pengembangan penyidikan hingga menyeret nama oknum tersebut. Menurut laporan Radar Kediri (Jawa Pos Group), penangkapan bermula dari penggerebekan terhadap seorang pengguna sabu. Dari hasil interogasi dan pengembangan kasus, petugas menemukan bahwa pemakai tersebut mendapatkan barang haram dari seorang bandar yang diduga menerima uang dari Bripka AT untuk “kulakan” sabu-sabu. Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim , saat dikonfirmasi media menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam tindak pidan...

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan

Kasus Bhabinkamtibmas Jagalan Kediri Berakhir Damai, Warga dan Polisi Saling Memaafkan Kediri – Kasus laporan warga terhadap oknum Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, Kota Kediri , akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai dibicarakan publik, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Latar Belakang Kasus Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 , saat berlangsungnya pertunjukan kesenian jaranan di lingkungan Jagalan. Seorang warga (inisial B ) mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang anggota polisi berpangkat Aiptu, yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan tersebut. Usai kejadian, korban sempat melapor ke Divisi Propam Polres Kediri Kota dengan didampingi organisasi kepemudaan HIPERI (Himpunan Pemuda Kediri) . Laporan ini mendapat perhatian publik, karena dinilai menjadi ujian bagi transparansi dan etika kepolisian di tingkat ...